Cari di dalam Situs ini

Loading...

SUKSESI EKOLOGI GUNUNG MERAPI PASCA ERUPSI TAHUN 2010 SERTA KETERHUBUNGAN ALAM DENGAN MASYARAKAT DI SEKITARNYA

Advertisement

A. Gunung Merapi: Sumber Perubahan Ekosistem di Sekitarnya.

 

Gunung Merapimasuk dalam wilayah Kabupaten Sleman Provinsi D.I Yogyakarta. Gunung initermasuk gunung api aktif, bahkan teraktif di dunia karena periodisitas letusannya relatif pendek yaitu setiap 3-7 tahun. Letusan gunung Merapi menunjukkan terjadinya guguran kubah lava yang terjadi setiap hari. Jumlah serta letusannya bertambah sesuai tingkat kegiatannya. Volume guguran kubah lava disebut masyarakat setempat “wedhusgembel” atau glowing cloud/nueeardente atau awan panas(Bappenas, 2009).Kondisi geofisika ini yang berperan penting bagi perubahan kondisi lingkungan di sekitar gunung Merapi.Bahkan mampu menjangkau daerah yang lebih luas lagi.Akan tetapi, daerah yang paling utama terkena dampak letusan adalah lereng gunung Merapi.

 

Secara mudah diketahui bahwa perubahan lingkungan terjadi akibat letusan gunung Merapi.Di lereng gunung merapi akan dijumpai hutan yang kaya vegetasi dan mendukung kehidupan hewan. Ketika erupsi terjadi, ekosistem di sekitar gunung Merapi yang dillewati oleh material letusan akanmengalami kerusakan.

 

Gunung yang meletus akanmenyemburkan bermacam gas, debu dan pecahan batuan. Oleh karena itu, sangat berbahaya bagi makhluk hidup termasuk manusia jika berada di dekat jangkauan bencana.Dalam kaitannya dengan manusia, bahayayang ditimbulkan gunung berapiberupa bahaya primer dan sekunder. Bahaya Primer adalah bahaya yang langsung menimpa penduduk ketika letusan berlangsung. Misalnya, awanpanas, udara panas (surger) sebagai akibat samping awan panasdan lontaran material berukuran blok (bom) hingga kerikil. Sedangkan bahaya sekunder terjadi secara tidak langsung dan umumnya berlangsung pada purna letusan, misalnya lahar, kerusakan lahan pertanian/perkebunan atau rumah (Bappenas, 2009).

 

Sejak tahun 1548, gunung ini telah meletus sebanyak 68 kali. Letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun dan letusan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Dampak letusan Merapi yang besar terjadi pada tahun1006, 1786, 1822, 1872dan 1930. Letusan tahun 1006 mengakibatkan tertutupnya bagian tengah Pulau Jawa oleh abu vulkanik.

Sejak tahun 1930 tercatat aktivitas gunung merapi yaitu:

1. Tahun 1930 terjadi erupsi yang mengakibatkan Hancurnya 13 desa dan hilangnya 1400 jiwa.

2. Tahun 1994 terjadi erupsi yang mengakibatkan Hancurnya beberapa desa dan hilangnya puluhan jiwa.

3. Tahun 1998 terjadi Erupsi vertrikal, tapi tidak mnimbulkan korban jiwa.

4. tahun 2001-2003 terjadi Peningkatan aktivitas dengan periode yang lama

5. tahun 2006 terjadi Peningkatan aktivitas dengan periode yang lama yang disertai dengan luncuran awan panas mengakibatkan Dua orang relawan meninggal dunia. (Bappenas, 2009).’

 

Data dari sumber lain menunjukkan bahwa daerah lintasan lava gunung Merapi yang utama adalah kali putih. Kali putih dinyatakan daerah berbahaya level 1 yang dilakukan oleh badan pengawas gunung berapi, di tahun 1993 (Suyitno, 2013).Tercatat 386 korban meninggal dunia dan 230.326 penduduk harus mengungsi (BNPB).Beberapa kejadian aliran lahar menyebabkan kerusakan pada beberapa ruasjalan, jembatan dan pemukiman penduduk,bahkan beberapa pemukiman tertimbun olehendapan lahar(Loeqman, 2010).

Advertisement
SUKSESI EKOLOGI GUNUNG MERAPI PASCA ERUPSI TAHUN 2010 SERTA KETERHUBUNGAN ALAM DENGAN MASYARAKAT DI SEKITARNYA | Muhammad Luthfi Hidayat | 5

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan memberi komentar yang baik dan membangun. Sampaikan saran, kritik, pertanyaan, atau opini Anda. Kami akan coba lakukan yang terbaik untuk sobat Zona Biologi Kita