Cari di dalam Situs ini

Loading...

Struktur Hifa dan Miselium Jamur

Advertisement

Tubuh fungi berupa struktur mirip benang/filamen yang terus tumbuh dan memanjang serta membentuk percabangan. Struktur tersebut disebut hyphae (tunggal: hypha). Dua fungsi utama hypha adalah fungsi nutritif dan fungsi reproduktif (Solomon, et al., 2008; Tortora, et al., 2010). Hypha yang berfungsi untuk memperoleh nutrisi disebut hypha vegetatif (Tortora, et al., 2010). Keberadaan hyphae berhubungan erat dengan keberadaan nutrisi disekitarnya, sehingga hypha akan tumbuh terkonsentrasi pada lokasi yang banyak mengandung sumber makanan.

 

Struktur hyphaa yang berfungsi dalam proses reproduksi bagi jamur adalah hypha reproduktif atau aerial hypha (Tortora, et al., 2010). Jamur bisa tumbuh dari potongan hypha menjadi individu baru, sehingga tidak harus berasal dari spora. Potensi ini dimanfaatkan di laboratorium untuk mengkultur jamur menggukan hypha daripada menumbuhkan thallus baru (Tortora, et al., 2010). Fenomena lain yang terjadi adalah dua hypha yang memiliki genetik yang cocok untuk kawin akan bertemu dan berfusi. Proses tersebut disebut plasmogami, yaitu proses fusi dua sel pada hypha berupa fusi sitoplasma tapi tidak langsung diikuti oleh fusi intinya. Perkawinan ini menghasilkan sel dengan dua inti (Solomon, et al., 2008).

clip_image002

Gambar 2.1 Struktur oganisasi jamur menunjukkan miselium terdiri atas jalinan hypha yang dapat mengandung hypha dengan sel yang berinti satu, berinti dua, hypha yang tidak bersekat dengan banyak inti. Sumber: Solomon et al., 2008

 

Hypha dalam tampilannya berbentuk seperti benang. Kebanyakan hypha fungi memiliki dinding penyekat yang disebut dengan septa (tunggal:septum) (Solomon, et al., 2008; Tortora, et al., 2010; Campbell & Reece, 2009; Madigan et al., 2012; Deacon, 2005; Webster & Weber, 2007). Dengan demikian, hypha dapat dibedakan menjadi satu unit sel dengan satu inti yang dikelilingi dinding sel. Sebagian kecil kelompok fungi yang lain, tidak memiliki septa, yang berbentuk memanjang dengan banyak inti. Hypha seperti ini disebut coenocytic (Solomon, et al., 2008; Tortora, et al., 2010; Campbell & Reece, 2009; Madigan et al., 2012; Deacon, 2005; Webster & Weber, 2007).

 

Pada kebanyakan fungi, hypha ditemukan bersekat. Struktur ini lebih menguntungkan bagi jamur untuk pertahanan diri. Hyphae yang tidak bersekat mudah terserang bahaya. Sedangkan, hypha bersekat memungkinkan ketersediaan pertahanan bagi fungi, khususnya ketika terjadi stres air. Hypha dapat mengalami mekanisme penutupan sumbat septa, sehingga hypha mampu melanjutkan pertumbuhan (Webster & Weber, 2007). Pada hypha tidak bersekat, mekanisme seperti ini tidak dilakukan.

 

Hypha yang bersekat sepintas terlihat sama. Akan tetapi melalui pengamatan mikroskop elektron terdapat perbedaan. Neurospora crassa memiliki septa berbentuk sederhana dengan pori berdiameter 0,05-0,5 clip_image004m yang memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi. Proses pertumbuhannya dimulai dari sisi luar dan terus tumbuh menutup ke dalam (Deacon, 2005).

 

clip_image006clip_image008

(a) (b)

Gambar 2.2. (a) Hypha dengan sekat sederhana. GR = glikoprotein reticulum, G = lapisan glucan, LW = dinding lateral, P = protein, C = Chitin; (b) dolipore septum. G = glucan, P = pharenthosome, membrane yang berlubang-lubang mencegah organe melintas. Sumber: Deacon, 2005.

 

Basidiomycota memliliki septa yang sederhana ketika tumbuh sebagai monokaryon (satu nukleus pada setiap inti). Sedangkan septum lebih kompleks yang disebut dolipore septum. Ketika sel akan menjadi dikaryon melalui perkawinan, maka terjadi penyatuan dua inti dalam satu sel. Pada fase ini, septa akan melebarkan saluran antar septum dengan diameter 100-150 nm. Setelah proses penyatuan sitoplasma terjadi maka pori septa tersebut menutup. Pori septa yang menutup terikat satu sama lain dengan glucan. Dolipore septum yang tertutup berbentuk tanda kurung. Pori ini membiarkan sitoplasma untuk lewat, tapi mencegah organel untuk melewati antarsel (Deacon, 2005).

 

Hyphae tumbuh bersama dan saling menjalin berbentuk massa sel padat dan kompak disebut mycelium (Solomon, et al., 2008; Tortora, et al., 2010; Campbell & Reece, 2009; Madigan et al., 2012; Deacon, 2005; Webster & Weber, 2007). Miselium tumbuh karena percabangan hypha yang tidak terkendali di sekitar materi organik yang dikonsumsi oleh fungi. Miselium yang sudah terbentuk dapat dilihat langsung oleh mata atau tanpa alat bantu pengelihatan.

 

Selama proses percabangan hypha semestinya akan membentuk agregat. Sedikit diketahui mekanisme hypha membentuk agregat dan tumbuh menurut tingkat, arah dan posisi pertumbuhan. Spekulasi yang berkembang adalah difusi sinyal molekuler di antara hypha yang saling berdekatan. Hypha mampu memberi pengaruh pada ekspresi gen bagi hypha yang didekatnya dengan mensekresikan pesan-pesan kimiawi (Webster & Weber, 2007). Reaksi ini difasilitasi oleh matriks glucan di permukaan luar hypha yang tercirikan dengan penempelan hypha satu sama lain (Moore, 1994 dalam Webster & Weber, 2007). Cairan tersebut ditemukan pada rizhomorp (Rayner et al., 1985), sclerotia (Willet & Bullock, 1992) dan fruit-body (tubuh buah) (Williams et al., 1985). Di samping itu komposisi protein pada permukaan dinding hypha juga memainkan peranan penting dalam fenomena pengenalan dan pelekatan hypha (de Nobel et al., 2001).

 

Daftar Pustaka

Anonym. 2003. The Fungal Cell Wall. http://igitur-archive.library. uu.nl/dissertations/2003-0310-153637/c1.pdf. (diakses 2 oktober 2013)

Campbell, N. A., Reece, J. B. 2011. Biology 8th Edition. USA: pearson education.

Deacon, J.W. 2005. Fungal Biology. United Kingdom: Blackwell Publishing.

Madigan, M.T, Martink, J. M, Stahl, D. A, Clarck, D. P. 2012. Brock Biology of Microorganisms 13th Edition. Netherland: Pearson Education.

Solomon, E.P, Berg, L. R, Martin, D. W. 2008. Biology 8th Edition. Singapore: Thomson.

Tortora, G. J, Funke, B. L, Berdell, R., Case, C. L. 2010. Microbiology an Introduction 10th Edition. USA: Pearson Education.

USU. 2013. Tinjauan Pustaka. http://Usu.ac.id. (diakses 2 oktober 2013)

Webster J. & Weber R.W.S. 2007. Introduction to Fungi 3rd Edition. Singapore: Cambridge University Press.

Willey, J. M, Sherwood, L. M, Woolverton , C. J.. 2008. Prescott, Harley, And Klein’s Microbiology 7th Edition. Singapore: Mc Graw Hill Company.

Advertisement
Struktur Hifa dan Miselium Jamur | Muhammad Luthfi Hidayat | 5

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan memberi komentar yang baik dan membangun. Sampaikan saran, kritik, pertanyaan, atau opini Anda. Kami akan coba lakukan yang terbaik untuk sobat Zona Biologi Kita