Cari di dalam Situs ini

Loading...

Metode Penelitian Observasi

Advertisement

pascasarjana

Observasi yang berarti pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah, sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai alat re-checkingin atau pembuktian terhadap informasi / keterangan yang diperoleh sebelumnya.Sebagai metode ilmiah observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan fenomena-fenomena yang diselidiki secara sistematik. Dalam arti yang luas observasi sebenarnya tidak hanya terbatas kepada pengamatan yang dilakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengamatan tidak langsung misalnya melalui questionnaire dan tes.

 

Penelitian observasi cenderung dianggap dalam konteks mencatat perilaku orang, sedangkan analisis isi biasanya dikaitkan dengan menganalisis teks. Namun, mengingat bahwa seseorang dapat mengamati perilaku yang telah direkam (divideokan) dan bahwa analisis isi telah dapat pula diterapkan untuk iklan televisi , perbedaan antara dua metode bisa menjadi kabur .

 

Bahkan , seperti yang ditunjukkan hamper semua penelitian psikologis atau pendidikan dapat dilihat sebagai penelitian yang yang berbasis pada pengamatan dan pengukuran perilaku - apakah itu melibatkan gerakan terbuka, bahasa atau fisiologis negara - karena kita tidak bisa secara langsung mengamati pemikiran seseorang. Meskipun demikian, saya akan membatasi makna observasi pada pengamatan pada beberapa bentuk gerakan atau ungkapan.

 

Kedua observasi dan analisis isi dapat dilakukan secara kualitatif atau kuantitatif . Saya akan berkonsentrasi pada pendekatan kuantitatif tetapi banyak poin metodologis yang dibuat membimbing seseorang melakukan penelitian kualitatif . Karena tumpang tindih antara dua metode saya akan mulai dengan menjelaskan observasi , kemudian melihat aspek penelitian yang umum untuk dua metode .

 

Observasi terstruktur dapat pula dignakan untuk menjelaskan bentuk observasi terstruktur dan , akhirnya , melihat analisis isi , termasuk penggunaan buku harian dan dokumentasi tertulis sebagai sumber data.

 

A. Kapan Penelitian Observasi Digunakan?

Ada beberapa situasi di mana kita mungkin ingin melakukan observasi . Biasanya , itu akan diperlukan ketika tidak ada laporan secara lisan akurat yang tersedia . Salah satu kesempatan tersebut akan ketika orang-orang sedang dipelajari memiliki sedikit atau bahkan tak ada bahasa verbal yang terjadi, misal anak-anak kecil yang belum bias berbicara lancer tetapi mampu melakukan sesuatu tanpa bahasa verbal .

 

Atau, kita mungkin ingin mengamati perilaku yang terjadi tanpa orang yang yang diamati tersebut itu menjadi sadar bahwa dia sedang diamati, misalnya dalam komunikasi non-verbal banyak, seperti membuat kontak mata .

 

Bidang lain perlu ditelusuri adalah di mana peneliti tertarik pada pemecahan masalah . Para ahli, seperti dokter yang, ketika mencoba untuk mendiagnosa penyakit, sering tidak mengikuti jalan penalaran seperti yang diajarkan tetapi mereka diminta untuk mampu menggambarkan prosedur yang mereka gunakan. Pengamatan akan membantu untuk memperjelas tahap diagnosis tersebut dilakukan .

 

Observasi perlu dilakukan karena beberapa alasan, yaitu:

1. Memungkinan untuk mengukur banyak perilaku yang tidak dapat diukur dengan menggunakan alat ukur psikologis yang lain (alat tes). Hal ini banyak terjadi pada anak-anak.

2. Prosedur Testing Formal seringkali tidak ditanggapi serius oleh anak-anak sebagaimana orang dewasa, sehingga sering observasi menjadi metode pengukur utama.

3. Observasi dirasakan lebih mudah daripada cara pengumpulan data yang lain. Pada anak-anak observasi menghasilkan informasi yang lebih akurat daripada orang dewasa. Sebab, orang dewasa akan memperlihatkan perilaku yang dibuat-buat bila merasa sedang diobservasi.

 

Sebagai contoh ketika seseorang ingin meneliti tentang proses pembelajaran seorang guru, peniliti bisa mengamati proses pembelajaran itu melalui rekaman cctv dengan menggunakan panca indra mata (visual) dan telinga (audio). Dengan mata (visual), dia bisa melihat prosesnya sedangkan dengan telinga (audio), dia bisa mendengar apa saja yang dibicarakan guru dalam proses pembelajaran itu. Hakikat penelitian observasi ini adalah ingin memperoleh fakta yang sesungguhnya.

Advertisement
Metode Penelitian Observasi | Muhammad Luthfi Hidayat | 5

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan memberi komentar yang baik dan membangun. Sampaikan saran, kritik, pertanyaan, atau opini Anda. Kami akan coba lakukan yang terbaik untuk sobat Zona Biologi Kita