ZONA BIOLOGI KITA

Cari di dalam Situs ini

Indera Pendengaran Manusia: Telinga

Telinga adalah organ yang terspesialisasi menerima rangsang berupa getaran. Selain berfungsi dalam indra pendengaran, telinga juga menentukan keseimbangan posisi kepala. Telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian luar, bagian tengah, dan bagian dalam.

struktur organ telinga
Struktur Organ Telinga (Sumber: Campbell 8th hal 1093)
a. Telinga Bagian Luar pendengaran

Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga dan saluran pendengaran. Daun telinga berfungsi memaksimalkan daya tangkap getaran suara. Adapun saluran pendengaran merupakan bagian lubang telinga. Saluran pendengaran mempunyai mekanisme pencegahan masuknya benda asing. Mekanisme tersebut berupa rambut kecil penyaring udara dan melapisi saluran dengan suatu lapisan lilin. Dalam beraktivitas pasti akan selalu ada benda asing yang masuk ke dalam saluran telinga sehingga lapisan lilin menggumpalkannya menjadi kotoran telinga yang disebut dengan serumen.

b. Telinga Bagian Tengah

Membran timpani menjadi awal dari saluran telinga bagian tengah. Pada bagian ini, terdapat tulang-tulang kecil pendengaran yang terdiri atas. Tulang martil (maleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes). Tulang-tulang tersebut merupakan tulang terkecil yang berada dalam tubuh kita. Namun, ketiga jenis tulang berperan penting dalam perambatan getaran suara di dalam telinga. Dari membran timpani, getaran suara dirambatkan ke tulang martil, lalu ke tulang landasan, dan akhirnya ke tulang sanggurdi yang posisinya melekat dengan sebuah tingkap oval. Tingkap oval atau tingkap jorong tersebut merupakan sebuah membran tipis di dalam telinga.

Di bagian tengah telinga, terdapat saluran Eustachius yang menghubungkan saluran telinga tengah dengan saluran pencernaan di rongga mulut. Saluran tersebut menyeimbangkan tekanan udara yang berada di bagian luar dan dalam telinga sehingga membran timpani tidak terganggu (pecah).

c. Telinga Bagian Dalam

organ korti telinga
Bagian dari rumah siput telinga dalam

Di bawah tingkap oval, terdapat membran lainnya, yaitu tingkap bundar. Dari tingkap bundar, getaran dirambatkan ke bagian telinga dalam yang dimulai dari bagian rumah siput (cochlea). Di dalamnya terdapat suatu cairan yang dipisahkan oleh sebuah membran. Di dalam rumah siput terdapat juga rambut-rambut silia yang peka terhadap getaran, serta organ korti yang merupakan organ untuk pendengaran. Getaran akan dirambatkan menuju cairan di dalam rumah siput yang akan menggetarkan membran basal di dalamnya sehingga menyebabkan rambut getar mengalami depolarisasi. Dari bagian rambut getar, kemudian getaran yang datang dari luar diubah menjadi impuls saraf yang akan dikirim ke otak menuju saraf akustik.

d. Saluran Keseimbangan
Saluran pendengaran menjadi salah satu organ keseimbangan tubuh. Hal tersebut karena dalam saluran pendengaran terdapat sebuah saluran kecil di atas rumah siput yang disebut kanalis semisirkularis. Kanalis semisiklularis terdiri atas tiga saluran setengah lingkaran. Satu saluran berada dalam posisi horizontal yang disebut ampula, sedangkan dua bagian lainnya dalam posisi vertikal, yaitu skula dan utrikula. Di dalam kanalis semisirkularis terdapat cairan dan
rambut getar yang berfungsi sebagai alat pengenal posisi sehingga kita dapat menjaga keseimbangan tubuh. Selain itu, di dalam saluran ini juga terdapat suatu protein dan kalsium karbonat yang ikut menentukan posisi tubuh, yaitu otolit (Gambar 9.27). Bersama dengan cairan yang berada di dalam kanalis semisirkularis, otak dapat memahami posisi tubuh kita dan mempertahankan keseimbangan posisi tubuh.




Sumber: 

Campbell, N.A. & Reece.(2008). Biology, 8thedition. San Fransisco: Pearson International 

Fictor F. P. &Moekti A.(2009). Praktis belajar biologi 2 untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional 

Gilbert, S.F. (2006). Developmental Biology. Ed. 8th . Sunderland: Sinauer

Glenn, dan Susan T. 1987. New Understanding Biology for Advance Level. Fourth Edition. United Kingdom: Stanley Thorns (Publisher) Ltd.


Gutman, B.S. 1999. Biology. New York: Mc Graw Hill.


Wisata Akhir Tahun, berikut Lima Tujuan Wisata Jogja Terpopuler

[caption id="attachment_4921" align="aligncenter" width="800"]wisata yogyakarta Jalan Maliobro Yogyakarta[/caption]

Sedang mudik atau mengisi waktu liburan akhir tahun di Jogja? Kota budaya ini tentunya memiliki sejumlah destinasi wisata yang cocok untuk pengisi waktu liburan akhir tahun di kota Gudeg ini. Berikut 5 objek wisata di Jogja yang dapat dijadikan referensi wisata Yogyakarta..

Malioboro
Siapa tak kenal dengan Malioboro? Sebuah jalan yang terkenal berada di jantung kota budaya ini lekat di hati  wisatawan dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Jogja.  Di jalan Maliioboro wisatawan dapat membeli aneka pernak-pernik khas Jogja, seperti kaos, sandal, kalung, maupun cindera mata unik khas Jogja.

Di ujung selatan jalan Malioboro terdapat Pasar Beringharjo. Pasar tradisional semi modern ini berisi aneka kebutuhan sandang, pangan maupun kerajinan tangan khas Jogja. Batik dan kerajinan tangan Jogja juga dijual grosir di pasar yang sudah ada sejak Maliioboro ada ini.

Sekedar tips untuk mendapatkan barang murah di Malioboro dan Beringharjo, cobalah untuk menawar lebih rendah dari 50% harga awal. Terlebih jika Anda bisa sedikit berbahasa Jawa, minimal untuk menayakan harga dan bertegur sapa. Siapa tahu si penjual bisa "lunak" dan memberikan harga miring. Karena, orang Jogja terkenal senang tersenyum dan ramah pada pembeli.

Keraton Jogja
Keraton Jogja adalah istana bagi Raja Ngayogyakarta Hadiningrat beserta keluarga. Keraton ini terletak tak jauh dari Malioboro.  Anda yang ingin berhemat dapat berjalan kaki. Jika tak ingin lelah, becak atau andong yang ada di kawasan Malioboro dapat jadi alternatif transportasi.

Oh iya, di Keraton Jogja Anda dapat melihat sisi depan ‘rumah’ Sultan Hamengkubuwono. Selain itu, untuk memuaskan jalan-jalan Anda dengan kebudayaan Yogyakarta, di seputaran Keraton juga ada Museum Keraton, Sonobudoyo dan Jogja Gallery yang dapat jadi ‘sasaran’ kunjungan selanjutnya.Ongkos masuknya sangat terjangkau.
Taman Pintar
Di sisi timur Malioboro terdapat wahana wisata edukasi yang cukup lengkap di Yogyakarta, Taman Pintar namanya. Terletak di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3, Jogja, lokasi ini terbagi dalam beberapa zona edukasi yang menarik seperti gedung Oval dan Square. Jika ingin menghemat biaya, Anda dapat memanfaatkan play ground yang dapat diakses secara gratis.

Di dekat Taman Pintar, terdapat pula Shopping Center atau pusat penjualan buku. Anda dapat menemukan aneka literatur baik baru dan bekas dengan harga yang terjangkau. Lokasi ini juga disebut-sebut sebagai tempat kunjungan wajib wisatawan Malaysia yang berburu buku.

Dalam musim liburan seperti ini, apalagi Lebaran, dapat dipastikan jalanan Jogja akan macet. Untuk mengurangi risiko kemacetan, Anda dapat memanfaatkan transportasi publik yang tersedia. Ada Trans Jogja, bus kota, becak atau andong. Jika ingin berpetualang, pilihan untuk jalan kaki terasa lebih pas, dan Anda lebih bisa menikmati suasana Jogja.

Taman Sari
Taman Sari Jogja dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I), awalnya lahan ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kompleks bangunan ini merupakan bekas taman atau kebun istana Kraton Jogja.

Dari sekian bagian Taman Sari, cerita mengenai Umbul Pasiraman lebih dikenal masyarakat. Akibatnya sebagian wisatawan lokal lebih mengenal Taman Sari sebagai kolam pemandian bagi Sultan, para istri beliau serta putri-putri beliau.

Gembira Loka Zoo
Memang, Gembira Loka Zoo tidak sebesar dan selengkap Taman Safari. Namun,  koleksi satwa yang cukup lengkap, penataan Gembira Loka Zoo yang apik, serta fasilitas rekreasi keluarga yang baru membuat Anda dan keluarga dapat nyaman serta bebas bercengkrama di sini.

Sekedar informasi, belum lama ini Gembira Loka Zoo juga mendapat bantuan dari Singapore Zoo berupa penguin Afrika. Bagaimana cara hidup maupun kebiasaan binatang kutub ini di kebun binatang daerah Tropis? Saksikan saja secara langsung di Gembira Loka Zoo.

Jumlah pengunjung di kebun binatang ini diperkirakan akan melonjak pada musim libur Lebaran seperti ini. Biasanya jalan masuk maupun area parkir akan penuh. Jika tidak ingin repot, Anda dapat menggunakan transportasi umum menuju kawasan tersebut.


Selamat berlibur ke Jogja... sugeng rawuh

Klakson Telolet dan Ambang Kebisingan Suara di Telinga Manusia

Sedang marak, bahkan menjadi trending topik di dunia #omteloletom, akhir-akhir ini. Klakson telolet kini mewabah dan viral di Indonesia. kalangan anak kecil, orang dewasa, berbagai profesi, artis, bahkan bakal calon pimpinan daerah pun ikut berpartisipasi dalam aktivitas Telolet  atau rekues bunti klakson (horn) bis ini.

'Telolet' merupakan bunyi multinada dari klakson bis besar antar kota yang jika dibunyikan keluar suara 'telolet'. Suara klakson ini bisa membuat 'girang' anak-anak yang menunggu lewatnya bis tersebut di jalan di beberapa titik-titik di Jawa Tengah pada awalnya. Mereka biasanya meneriakkan pada supirnya yang disapa dengan sebutan 'om' atau paman: "Om Telolet Om". Para penggemar bis yang suka memotret bis di pinggiran jalan juga tak jarang dihadiahi suara klakson raksasa ini.


bis telolet keren
sumber: tribun timur dot com
Klakson telolet ini, sebenarnya  merupakan komponen variasi kendaraan berukuran besar dan secara hukum sebenarnya cukup legal, karena masuk dalam komponen ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek). Klaksonnya pun memiliki standar nasional. Awalnya, penggunaan telolet diperuntukkan bagi trailer dan truk tronton, lalu bus ikut memasangnya. Di luar negeri, khususnya Swedia dan Jerman, klakson multinada atau telolet memang dipakai bus besar dan truk panjang. Sementara di Indonesia, fenomena ini menjadi heboh karena tanggapannya begitu luar biasa dan menjadi hiburan tersendiri bagi komunitas Bismania.

Klakson telolet yang original yaitu  merk Hella dan Denso. Kendati demikian terdapat pula klakson telolet yang jelek dengan harga murah.

Kambali kepada tinjauan hukum formal, bunyi klakson multinada seperti "telolet" memiliki batas ambang bunyi seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 tahun 2012 tentang Kendaraan. Pasal 69 PP tersebut menngatur bahwa suara klakson paling rendah yang diizinkan adalah 83 desibel (dB) dan paling tinggi 118 desibel (dB).

Bagaimana dengan klakson telolet yang sekarang sering berbunyi di jalan-jalan ini, apakah memenuhi ambang batas kenyaringan yang diatur pemerintah untuk melindungi pendengaran masyarakat?


Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, berikut daftar ambang batas kenyaringan bunyi beserta toleransi pendengaran yang ada (sumber: Daily clinic)

Maka berapa sih ambang batas intensitas suara yang aman ditelinga kita?? berikut ukuran kekuatan suara dan lama waktu yang dapat ditolerir telinga kita : (sumber: jawa pos dan dailyclinic)

30 dB : suara lemah berbisik

85 dB : batas aman, sebaiknya gunakan pelindung telinga

90 dB: dapat merusak pendengaran dalam waktu 8 jam terus menerus, contohnya  suara pemotong rumput, suara truck di jalanan macet

100 dB :merusak pendengaran dalam waktu 2 jam terus menerus, contohnya suara gergaji mesin, suara melalui telephone

105 dB: merusak pendengaran dalam waktu 1 jam, contohnya suara helikopter, suara mesin pemecah batu

115 dB: merusak pendengaran dalam waktu 15 menit, contohnya tangisan bayi, riuh di stadion sepakbola

120 dB: merusak pendengaran dalam waktu 7,5 menit, contohnya  suara konser musik rock

125 dB: ambang rasa nyeri ditelinga bagian dalam, contoh  suara mercon dan sirene

140 dB: membahayakan pendengaran dalam waktu singkat, contohnya  suara tembakan dan mesin jet  

Nah, suara telolet klakson, berdasarkan PP nomor 55 2012 tentang kendaraan, jika suaranya diatas 118 desibel (dB) jelas tidak diperbolehkan, terlebih ketika dibunyikan daerah tertentu, seperti sekolah dan rumah ibadah. Berdasarkan aturan tersebut tertera pada Pasal 69 tentang tingkat kebibisingan, kendaraan diperbolehkan menggunakan suara klakson paling rendah yaitu 83 desibel (dB) dan paling tinggi 118 desibel (dB).


Dishubkominfo pernah melakukan pengukuran pada bus Haryanto dan Po Harapan Jaya untuk klakson teloletnya. Hasilnya menunjukkan output suara sebesar 90-92 db dan dinyataka masih laik jalan. Ke depan, pengecekan ini akan dilakukan ketika KIR dan ramp check, untuk mengetahui kerasnya suara klakson telolet tersebut.

Ada baiknya, sobat Zona Biologi Kita yang mungiin menggemari aktivitas OmTeloletOm agar memerhatikan hal ini, tujuannya supaya pendengaran Anda terjaga dan terpelihara kesehatannya. Selamat ber "Telolet " ria.  Salam #omteloletom

Cara Analisis Sifat Kimia Urine

Analisis sifat kimia urin yang dilakukan adalah analisis glukosa dan analisis kandungan NaCl dalam urin yang dilakukan sesudah percobaan. Analisis glukosa dilakukan dengan dua uji, yaitu uji kualitatif dan uji kuantitatif. 




1). Analisis Glukosa 

a). Uji Kualitatif Uji kualitatif dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya glukosa dalam urin. Pada penelitian ini uji yang digunakan adalah uji Benedict. Reagen Benedict sebanyak 5 mL dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan diberi tambahan 8 tetes urin. Kemudian tabung dipanaskan dalam air mendidih di atas hot plate selama 5 menit. Reaksi positif apabila terjadi warna hijau, merah, orange atau merah bata dan endapan merah bata (Sudarmanto dkk., 1992) 

b). Uji Kuantitatif Uji kuantitatif dilakukan untuk mengetahui kadar glukosa dalam urin dengan menggunakan pengukuran kadar gula reduksi dengan spektrofotometer (metode Nelson-Somogyi) yang tercantum dalam Sudarmanto dkk. (1992).

Sebelum kadar gula reduksi urin diukur, terlebih dahulu dilakukan pembuatan larutan glukosa standar. Pembuatan larutan glukosa standar dilakukan dengan melarutkan 10 mg glukosa anhidrat dalam 1 dL akuades, selanjutnya dilakukan pengenceran sebagai berikut :


Pengukuran kadar gula reduksi urin dilakukan dengan memasukkan urin sebanyak 1 mL ke dalam tabung reaksi dan diberi tambahan 1 mL reagen Nelson. Tabung reaksi berisi larutan dipanaskan dalam air mendidih di atas hot plate selama 20 menit, kemudian didinginkan dalam air hingga terbentuk endapan. Setelah tabung reaksi kembali dingin ditambahkan 1 mL reagen arsenomolibdat ke dalam larutan dan larutan digojok hingga endapan hilang. Kemudian ditambahkan 7 mL akuades ke dalam larutan dan larutan kembali digojok sampai homogen. 

Selanjutnya larutan dimasukkan ke dalam kuvet sampai terisi kurang lebih 2/3 nya lalu dimasukkan ke dalam spektofotometer. Setelah itu daya absorbansi diukur pada panjang gelombang 540 nm. Kadar gula reduksi ditentukan berdasarkan daya absorbansi larutan dan kurva standar larutan glukosa (Sudarmanto dkk., 1992).

2. Analisis Kandungan NaCl 

Penetapan jumlah natrium dan klorida dalam bentuk NaCl dilakukan dengan metode Fantus (Gandasoebrata, 1992). Cara ini dilakukan dengan titrasi perak nitrat dengan ion kromat sebagai indikatornya. Sepuluh tetes urin dimasukkan ke dalam tabung reaksi dengan memakai pipet tetes, kemudian pipet yang dipakai tadi dicuci beberapa kali dengan akuades. Satu tetes kalium kromat 20% ditambahkan ke dalam tabung reaksi tersebut dengan menggunakan pipet yang sama dan selanjutnya pipet tersebut dicuci kembali dengan akuades. Larutan perak nitrat 2,9% ditambahkan ke dalam tabung reaksi sambil terus menerus mengocok tabung reaksi tersebut sampai terjadi warna merah yang menetap. Kandungan NaCl (g/L) = jumlah tetes perak nitrat untuk titrasi

Perbedaan Kandungan Susu Kental manis, Susu Skim, dan Susu Kedelai

Kita sering melihat bahkan mengonsumsi susu dalam diet sehari-hari. Susu putih dalam gelas berasal dari bahan dan kandungan gizi berbeda. Berikut Zonabiokita akan memaparkan kandungan gizi dari susu hewani dan nabati.


1. Susu Kental Manis
Susu Kental Manis Susu kental dibuat dengan mengentalkan susu sapi segar dengan menghilangkan sebagian besar airnya dengan cara penguapan. Bahan yang digunakan adalah susu segar yang distandarkan sebelum dilakukan penguapan untuk menjamin terpenuhinya syarat-syarat menurut undang-undang. Susu kental pertama dibuat oleh Appert di Perancis; produksi komersialnya dimulai dalam tahun 1856 oleh Borden di Amerika Serikat (Williamson dan Payne, 1993). 

Susu kental manis yang diproduksi rata-rata mengandung 9% lemak susu, 31% bahan – bahan kering total dan 40% gula. Susu kental manis biasanya dijual eceran dalam kaleng yang berisi 350 - 400 g produk. Kandungan gula yang tinggi meningkatkan daya simpan susu kental manis; gula yang ditambahkan akan menyebabkan terbentuknya karamel, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan serius dalam produk ini jika disucihamakan dengan pemanasan (Williamson dan Payne, 1993).

2. Susu Kedelai

Susu kedelai merupakan hasil ekstraksi dari kedelai kering yang telah tua dengan penambahan air. Secara tradisional susu kedelai dibuat dengan merendam biji kedelai kering dalam air selama 12-16 jam untuk melunakkan biji, kemudian dihancurkan menggunakan mesin gilingan dengan ditambah air sebanyak 10 kali berat biji kedelai kering, hancuran yang diperoleh dipanaskan pada suhu 95-100oC. hancuran tersebut kemudian disaring dengan kain saring yang halus dan ditekan sehingga didapatkan cairan homogen yang disebut susu kedelai (Bourne et al, 1976; Fuke dan Matsuoka, 1984). Kandungan asam amino essensial susu kedelai lebih tinggi daripada susu sapi, hanya saja susu kedelai tidak mengandung asam amino bergugus sulfur seperti sistein dan metionin (Smith dan Circle, 1972). Perbandingan komposisi susu sapi dengan susu kedelai dapat dilihat pada Tabel 1 Tabel 1. Perbandingan Komposisi Susu Sapi dengan Susu Kedelai


Susu kedelai yang memenuhi Standar Nasional Indonesia mempunyai kandungan protein minimum 2%, lemak minimum 1%, padatan minimum 11,5% dan pH 6,5 – 7 (Dewan Standarisasi Nasional, 1994). Dari seluruh karbohidrat dalam susu kedelai hanya 12 – 14 % yang dapat digunakan tubuh secara biologis. Karbohidrat terdiri dari golongan oligosakarida dan polisakarida. 

Golongan oligosakarida terdiri dari sukrosa, stakiosa dan raffinosa yang larut dalam air, sedangkan golongan polisakarida terdiri dari erabinogalaktan dan bahan-bahan selulosa yang tidak larut dalam air dan alkohol (Koswara, 1992). Secara umum susu kedelai mengandung provitamin A atau karoten tinggi. Susu kedelai juga mempunyai kandungan provitamin B2, niasin, piridoksin dan golongan B kompleks lainnya, tetapi tidak mempunyai vitamin B12. Kekurangan lain dari susu kedelai adalah kandungan mineral terutama kalsium yang lebih rendah daripada susu sapi. Kadar kalsium susu kedelai kira-kira hanya 18,5% dari susu sapi (Koswara, 1995). 

Susu kedelai dibuat untuk bayi dan anak-anak yang kebutuhan susu belum terpenuhi, serta orang dewasa yang mengalami alergi terhadap susu sapi. Susu kedelai merupakan sumber protein nabati bagi bayi, orang dewasa, serta semua orang yang tidak toleran terhadap laktosa (lactosa intolerance) karena susu kedelai tidak mengandung laktosa (Nelson et al., 1976).

3. Susu Skim

Susu skim adalah susu bubuk tanpa lemak (dry skim milk) (Adnan, 1984). Pengolahan susu menjadi susu skim tidak jauh berbeda dengan pembuatan susu bubuk yang lain. Susu skim berasal dari susu kental yang disemprotkan atau dikabutkan langsung ke dalam suatu hembusan udara kering panas atau penguapan awal sampai didapatkan total solid 45 - 55% yang kemudian secara paksa membawa butir-butir susu yang amat kecil melewati ruang pengeringan atau tofan ketika terjadi penghilangan air dengan penguapan. Hal ini mengurangi ukuran butir-butir susu yang amat kecil sampai menjadi butir-butir bubuk yang lebih halus. Perbedaan dengan susu bubuk lain adalah dalam pembuatan susu skim dilakukan pemisahan bagian krim (bagian yang kaya lemak) sebelum dilakukan pengeringan (Anonim, 1985). 

Susu skim terdiri atas lemak 0,25% - 1,0%, protein 3,6%, laktosa 5,1%, dan kalsium 132,1 mg / 100 g. Laktosa atau gula susu adalah karbohidrat utama dalam susu dan secara kimia tersusun atas D-glukosa dan D-galaktosa dengan ikatan β 1,4 - glikosida. Protein pada susu ini terdiri atas kasein, laktalbumin, laktalglobulin dengan jumlah kasein mencapai 80%. Di dalam susu, protein terdispersi sebagai partikel yang berukuran macam-macam. Kasein susu berwarna kuning keputihan dan merupakan struktur granula, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa (Jennes dan Patton, 1985; Suwedo, 1994). Komposisi susu skim tidak sama dengan susu kental manis, karena meskipun berasal dari bahan yang sama, yaitu susu sapi segar, tetapi proses pengolahan dan pengepakannya berbeda (Williamson dan Payne, 1993). Berikut ini tabel perbandingan komposisi susu skim dengan susu kental manis yang tertera pada kemasan produk susu yang dijual di pasaran berdasarkan survei pasar:



Dalam Buckle et al (1985) diungkapkan bahwa peningkatan konsumsi susu skim didukung oleh hasil riset yang menyatakan hubungan antara konsumsi lemak tinggi dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner dan jenis kanker tertentu. Hasil persilangan (pencampuran) makanan, yaitu substitusi susu skim untuk susu segar dapat menurunkan resiko penyakit jantung koroner. Satu liter susu segar dapat mengandung kolesterol sekitar 132 mg, sedangkan pada susu skim hanya 16 mg. Selain itu, menurut Akita (2003) produk susu rendah lemak (low-fat dairy products) seperti susu skim merupakan diuretik lemah yang dapat menurunkan tekanan darah tanpa menggunakan pengobatan.

Mengenal Kandungan Kafein dalam Kopi

Kafein adalah alkaloid yang terdapat dalam biji kopi (Coffea robusta /Coffea arabica), yang berasal dari Arab dan Etiopia. Sekitar tahun 1000 M, orangorang Arab menemukan rahasia cara mengolah biji kopi dan menggunakannya sebagai minuman yang menyegarkan. Di Eropa, kebiasaan minum kopi dikenal sejak tahun 1615, ketika muatan kopi pertama dari Turki tiba di pelabuhan Venesia. Kemudian, tumbuhan kopi diselundupkan ke Brasilia yang kini menjadi produsen kopi terbesar di dunia. Selanjutnya kopi menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia (Tjay dan Rahardja, 2002).



Dalam Erowid (2005) dikemukakan bahwa kafein (Inggris: caffeine) terkandung sebanyak 1 – 2,5 % dalam kopi, dikenal dengan nama kimia 3,7- dihydro-1,3,7-trimethyl-1H-purine-2,6-dione atau 1,3,7-trimethylxanthine, dengan rumus kimia C8H10N4O2 dan memiliki berat molekul 194,19. Menurut Weinberg dan Bealer (2001) kafein murni pertama kali diisolasi oleh ilmuwan Jerman, Friedrich Ferdinand Runge, pada tahun 1819. Saat diisolasi dalam bentuk murni, kafein memiliki bentuk serbuk kristal putih yang rasanya sangat pahit, dan dapat diperoleh melalui proses “decaffeinating” kopi. Kafein inilah yang menimbulkan rasa pahit pada kopi.

Kafein merupakan senyawa aditif yang dalam beberapa aksinya memiliki mekanisme yang sama dengan amphetamine, kokain dan heroin untuk merangsang otak. Efek kafein lebih lemah daripada amphetamine, kokain dan heroin, tetapi memanipulasi jalur yang sama, hal inilah yang menjadi salah satu kualitas aditif kafein. Oleh karena itu banyak orang yang merasa tidak dapat bekerja tanpa meminum kopi dan harus mengkonsumsinya setiap hari karena sudah kecanduan kafein (Erowid, 2005). Kafein diabsorbsi secara cepat melalui usus ke pembuluh darah dan membutuhkan waktu 15-45 menit untuk mencapai puncaknya. 

Tingkat kafein dalam darah yang mencapai otak akan menunjukkan besarnya efek yang akan ditimbulkan pada tubuh. Biasanya sistem saraf pusat dirangsang maksimal dalam 30-60 menit (Erowid, 2005) Kafein dimetabolisme dalam hati dengan bantuan enzim cytochrome P450 oxidase dan menghasilkan tiga metabolit dimethylxanthine, yang masingmasing memiliki efek tersendiri dalam tubuh. Menurut Dews (1984) ketiga metabolit tersebut adalah:

a. Paraxanthine (84%) – bertanggung jawab dalam meningkatnya proses lipolisis, sehingga mendorong pelepasan gliserol dan asam lemak menuju darah untuk digunakan sebagai sumber energi bagi otot 
b. Theobromine (12%) – memacu dilatasi pembuluh darah dan meningkatkan volume urin (efek diuretik) 
c. Theophylline (4%) - mendorong relaksasi otot bronkus sehingga dapat digunakan dalam perawatan asma, dan berperan sebagai chronotrope dan inotrope yang meningkatkan frekuensi denyut jantung.

Biasanya sisa metabolisme ini diekskresi bersama urin dalam bentuk metal urat atau methylxanthine, meskipun kafein juga dapat diekskresi melalui ludah, semen, dan air susu ibu (ASI) (Weinberg dan Bealer, 2001) Kafein akan terus memberikan pengaruh dalam tubuh selama masih terkandung di dalam darah, tetapi biasanya akan segera diekskresi setelah beberapa jam. Waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mengeliminasi setengah dari total kafein yang dikonsumsi bervariasi dari beberapa jam hingga beberapa hari, tetapi untuk orang dewasa yang tidak merokok rata-rata adalah 3-4 jam. Beberapa faktor yang mempengaruhinya adalah pengobatan, penyakit hati, kehamilan, dan jumlah enzim dalam hati yang dibutuhkan untuk metabolisme kafein (Erowid, 2005). 

Menurut Brain (2005) kafein cepat diabsorbsi setelah pemberian secara oral, rektal, atau parenteral, didistribusikan ke seluruh tubuh dengan volume distribusi 400 – 600 mL/kg dan memiliki waktu paruh plasma antara 3-7 jam. Dalam keadaan perut kosong sediaan kafein dalam bentuk cair dapat menghasilkan kadar puncak dalam plasma setelah 1 jam. Kafein berkhasiat menstimulasi sistem saraf pusat (SSP), dengan efek menghilangkan rasa letih, lapar, dan mengantuk, memperkuat daya konsentrasi dan meningkatkan kecepatan reaksi, serta memperbaiki prestasi otak dan suasana jiwa. Kafein juga berefek inotrop positif terhadap jantung (memperkuat daya kontraksi), vasodilatasi perifer, dan diuretik (Tjay dan Rahardja, 2002). Pada taraf seluler kafein menghambat enzim fosfodiesterase yang menyebabkan translokasi Ca2+, dan memblokade reseptor adenosine (Ritchie, 1996).

Efek Kafein

Salah satu efek kafein yang timbul dalam jangka waktu pendek adalah efek diuretik. Efek ini timbul karena kafein dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus dan menurunkan reabsorbsi natrium di tubulus ginjal. Efek ini dapat timbul pada pemberian kafein 85-250 mg atau sebanding dengan 1-3 cangkir kopi (Mutschler, 1991) 

Beberapa orang menduga bahwa konsumsi kafein pada saat melakukan olah raga atau kerja berat dapat menyebabkan dehidrasi karena kafein mempunyai efek diuretik, tetapi hasil analisis Armstrong (2002) yang berfokus pada rata-rata jumlah kafein yang dikonsumsi (sekitar 1-4 cangkir kopi per hari) mengindikasikan bahwa: 
a. Saat mengkonsumsi minuman berkafein, tubuh menahan sejumlah cairan untuk mencegah dehidrasi 
b. Konsumsi kafein dalam jumlah sedang menyebabkan diuresis lemah yang serupa dengan air (saat dikonsumsi dalam jumlah banyak air akan meningkatkan ekskresi urin) 
c. Orang yang terbiasa meminum kafein memiliki toleransi tinggi terhadap efek diuretik dari kafein 
d. Tidak ada hubungan antara konsumsi minuman berkafein dengan ketidakseimbangan cairan elektrolit yang mengganggu kesehatan atau kemampuan berolahraga. 

Sensitivitas setiap orang terhadap kafein berbeda-beda, beberapa orang dapat minum beberapa cangkir kopi selama satu jam dan tidak mengalami efek apapun, sedangkan beberapa orang lain segera merasakan efeknya hanya dengan 8 sekali minum. Hal ini juga bergantung pada jenis kopi yang diminum (original atau decaffeinated) serta penggunaan bahan campuran seperti krim, susu maupun gula. Hasil penelitian National Institutes of Health (NIH) mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan cara pada orang dewasa dan anak-anak dalam mengatasi efek kafein, baik yang terkandung dalam makanan maupun minuman (Anonim, 2005). 

Lethal dosis minimum dari kafein pada manusia adalah 3.200 mg secara intravena. LD50 dari kafein yang diberikan per oral berkisar antara 13 - 19 gram untuk orang dewasa, dan bergantung pada berat tubuh maupun sensitivitas individu. LD50 bagi semua orang diperkirakan 150 - 200 mg per kg berat badan atau sekitar 140 - 180 cangkir kopi. Untuk tikus LD50 dari kafein per oral adalah 192 mg / kg BB (Erowid, 2005)

Struktur dan Fungsi Kelenjar Pencernaan Manusia

Kelenjar pencernaan pada manusia dibagi menjadi organ-organ berikut:

Kelenjar ludah (Saliva)

Kelenjar ludah (glandula saliva) berdasarkan letak dan ukurannya dapat dibedakan menjadi 3 pasang, yaitu dari ukuran yang terbesar ke yang terkecil adalah:
1.    Kelenjar parotid yang terletak di depan telinga dan muaranya pada sebelah atas gusi.
2.    Kelenjar mandibularis (submaksilaris) yang terletak di dekat mandibula (rahang bawah) dan muaranya di bawah lidah.
3.    Kelenjar sublingualis yang terletak di dasar mulut dan muaranya di bawah lidah.
Kelenjar ludah berperan menghasilkan air ludah. Air ludah tersusun atas cairan encer (serous) dan lendir. Air ludah mengandung enzim amilase atau disebut juga ptyalin. Amilase berperan mengubah pati (amilum) menjadi sakarida sederhana. Pengaturan pengeluaran air ludah melibatkan 2 macam saraf yaitu:
1.    Saraf parasimpatik merangsang pengeluaran air liur oleh kelenjar ludah.
2.    Saraf simpatik menghambat pengeluaran air liur oleh kelenjar ludah.

Disamping kelenjar-kelenjar kecil yang tersebar di seluruh rongga mulut, terdapat 3 pasang kelenjar saliva yang besar; kelenjar parotis, submandibularis (submaxilaris), dan sublingualis.
Kelenjar saliva tersusun atas unit-unit morfologik dan fungsional yang dinamakan adenomer. Suatu adenomer memiliki bagian sekretoris yang terdiri atas sel-sel glandularis. Dekat basis sel sekretoris dan duktus interkalaris terdapat sel-sel otot polos yang disebut mioepitel. Kelenjar saliva yang besar tidak semata-mata kelompokan adenomer tetapi mengandung unsur-unsur lain seperti jaringan penyambung, pembuluh darah dan limfe, dan saraf-saraf. Saluran yang terdapat dalam lobulus dinamakan duktus intralobularis-bergabung menjadi duktus ekstralobularis.

Fungsi kelejar saliva adalah membasahi dan melumasi rongga mulut dan isinya, memulai pencernaan makanan, menyelenggarakan eksresi zat-zat tertentu seperti urea dan tiosianat, dan mereabsorpsi natrium dan mengeksresi kalium.

Fungsi utama pankreas adalah menghasilkan enzim-enzim pencernaan yang bekerja dalam usus halus dan mengeksresi hormone insulin dan glukagon ke dalam aliran darah.

Hati menghasilkan empedu suatu cairan penting dalam pencernaan lemak; memegang peranan penting pada metabolisme lipid; karbohidrat, dan protein’ menginaktifkan dan memetabolisme banyak zat-zat tostik dan obat-obatan; dan peranan dalam metabolisme besi dan sintesis protein-protein darah dan faktor-faktor yang dibutuhkan untuk koagulasi darah. Kandung empedu mengabsorpsi air dari empedu dan menyimpan empedu dalam bantuk pekat. 

Struktur kelenjar submandibularis (submaxilaris). Pada bagian sekretoris, asini terdiri atas sel-sel piramid rosa dan mukosa dan tubulus-tubulus dari sel-sel mukosa. Pada sel-sel surosa, inti eukromatik dan bulat, dan pada basal sel terdapat penimbunan reticulum endoplasma granular (ergastoplasma). Apkes sel terisi oleh granula sekresi prot ceous. Inti sel-sel mukosa gepeng dengan kromatin yang dapat padat terletak dekat basal sel; mereka tidak mempunyai ergoplasama, dan mempunyai granula-granula sekresi yang nyata. Duktus interkalaris pendek dan dibatasi oleh epitel kubis. Sel ini bercorak terdiri atas sel-sel toraks dengan sifat sel yang mentransfer ion, seperti invaginasi membran basalis dan penimbunan mitokondria.

1. Kelenjar Parotis
    Kelenjar parotis merupakan kelenjar asinosa bercabang, bagian sekretorisnya terdiri atas sel-sel seromukosa. Granula-granula sekresinya kaya akan protein dan memiliki akitivitas amylase.

2. Kelenjar Submandibularis (Submaxilaris)
    Kelenjar submandibularis merupakan kelenjar tubuloasiner bercabang. Bagian sekretorisnya tersusun atas sel-sel mukosa dan seromukosa. Sel-sel seromukosa mengandung granula-granula sekresi protein dengan aktivitas amilotik lemah. Sel-sel pada kelenjar submandibularis dan sublingualis mengandung dan mengsekresi enzim lisosim, yang aktivitas utamanya adalah menghancurkan dinding bakteri.

3. Kelenjar Sublingualis
    Kelenjar sublingualis merupakan kelenjar tubulo-asiner bercabang.

Histofisiologi kelenjar saliva
Fungsi saliva adalah membasahi dan melumasi makanan dilakukan oleh air dan glikoprotein. Saliva pada manusia terdiri atas sekresi kelenjar parotis (25%),  submandibularis (70%), dan sublingualis (5%). Amilase saliva berperan dalam pencernaan amilum (karbohidrat). Pencernaan ini mulai dalam mulut, tetapi juga berlangsung dalam lambung sebelum getah lambung mengasamkan makanan, dengan demikian sangat mengurangi aktivitas amilase.
Sekresi saliva diregulasi oleh sistem saraf simpatis dan parasimpatis, keduanya mempunyai ujung-ujung saraf dalam kelenjar-kelenjar tersebut. Simpatis menghambat parasimpatis memacu.

Pankreas
Pankreas tersusun atas bagian eksokrin dan endokrin. Bagian endokrin terdiri atas pulau Langerhans, dan bagian eksokrin terdiri atas kelenjar asiner, maka disebut bagian asini pankreas.



Sel asiner pankreas merupakan sel serosa, dan memilki sifat memsintesis protein. Setelah disintesis dalam bagian basal sel, maka proenzim selajutnya meninggalkan retikulum endoplasma kasar dan masuk apparatus Golgi. Proenzim-proenzim tersebut dikumpulkan dalam vesikel-vesikel sekresi yang disebut sebagai granula prozimogen. Granula sekresi yang matang (granula zimogen), melekat pada membran dan terkumpul pada bagian apical (ujung) sel. Bagian eksokrin pankreas manusia mensekresikan:
1.    air
2.    ion-ion: bikarbonat.
3.    enzim: karboksipeptidase, ribonuklease, deoksiribonuklease, lipase, dan amilase.
4.    proenzim sebagai berikut: tripsinogen, kimotripsinogen.
Regulasi sekresi asini pankreas diatur oleh 2 hormon – sekretin dan kolesistokinin (dahulu dinamakan pankreoenzim) – yang dihasilkan oleh mukosa duodenum. Perangsangan nervus vagus (saraf parasimpatis) juga akan meningkatkan sekresi pankreas.

1.    Sekretin bersifat merangsang sekresi cairan, sedikit protein (enzim) dan kaya akan bikarbonat. Fungsinya terutama mempermudah transport air dan ion. Hasil sekresi ini berperanan untuk menetralkan kimus yang asam (makanan yang baru dicernakan sebagian) sehingga enzim-enzim pancreas dapat dapat berfungsi pada batas pH netral optimalnya.
2.    Kolesistokinin (CCK) merangsang sekresi cairan (sedikit), banyak protein dan enzim. Hormon ini bekerja terutama dalam proses pengeluaran granula-granula zimogen. Kerja gabungan ke dua enzim tersebut menghasilkan sekresi getah pankreas yang kaya akan enzim.

Hati (Hepar)
    Hati merupakan organ terbesar dari tubuh, setelah kulit, terletak dalam rongga abdomen di bawah diafragma. Sebagian besarnya darahnya (sekitar 70%) berasal dari vena porta. Melalui vena porta, semua zat yang diabsorpsi melalui usus mencapai hati kecuali asam lemak, yang ditranspor melalui pembuluh limfe.



Lobulus Hati
Hati tersusun atas sel-sel hati yang disebut hepatosit. Sel-sel epitel ini berkelompok dan saling berhubungan dalam susunan radier (menjari) membentuk suatu  bangunan yang disebut lobulus hati. Pada hewan tertentu (misalnya babi), lobulus satu dengan lainnya dipisahkan oleh lapisan jaringan penyambung. 

Celah portal, terdapat pada sudut-sudut polygon hati (lobulus hati) dan diduduki oleh segitiga portal (trigonum portal). Segitiga porta hati manusia mengandung venula (cabang dari vena portal); dan arteriol (cabang dari arteria hepatica); duktus biliaris (bagian dari sistem saluran empedu); dan pembuluh-pembuluh limfe.

Sinusoid kapiler memisahkan sel-sel hati. Sinusoid merupakan pembuluh yang melebar tidak teratur dan hanya terdiri atas satu lapisan sel-sel endotel yang tidak utuh (kontinyu). Sinusoid mempunyai pembatas yang tidak sempurna dan memungkinkan pengaliran makromolekul dengan mudah dari lumen ke sel-sel hati dan sebaliknya. Sinusoid berasal dari pinggir lobulus, diisi oleh venula-venula dalam, cabang-cabang terminal vena porta, dan arteriola hepatica, dan mereka berjalan ke arah pusat, di mana mereka bermuara ke dalam vena centralis. Pada sinusoid juga mengandung sel-sel fagosit yang dikenal sebagai sel Kupffer.

Kanalikuli empedu dapat diantara sel-sel hati. Sel-sel endotel dipisahkan dari hepatosit yang berdekatan oleh celah subendotel yang dikenal sebagai celah Disse, yang sebenarnya merupakan kolagen dan lamina basalis bebas.